Pacaran Kok Gitu, Sih?
Adikku… Santapan pertama kita di setiap ‘musim’ adalah tafakur. Dah tau artinya, kan? Yup! Perenungan dalam2!…
> ‘Merenung’ & ‘melamun’, apa bedanya?
Melamun menjadikan diri kita kehilangan bobot, gampang ‘melayang-layang di angkasa’, hingga kita jadi kurang realistis. Umpamanya: “Andai dia mau jadi pacarku, maka hidupku nikmat bagai di taman surga. Bisa gini, bisa gitu ….”. (Jangan dilanjutin!) Merenung membuat diri kita makin berbobot, makin ‘berpijak kuat di atas bumi’, hingga kita mampu mewujudkan impian kita. Misalnya: “Supaya hidupku nikmat bagai di taman surga, maka aku perlu mencintai dia secara Islami. Kenapa mesti Islami? Karena ….”. (Terusin sendiri!)
- Cinta Dicari, Sakit Didapat (I)
- Cinta Dicari, Sakit Didapat (II)
- Renungi Tantangan Serius di Jalan Pacaran!
- Cinta Dicari, Sakit Didapat (II)
About this entry
You’re currently reading “Pacaran Kok Gitu, Sih?,” an entry on Pacaran Islami? Siapa Takut!
- Published:
- 17 April 2007 / 16:38
- Category:
- 1 - Tafakur
- Tags:
- pacaran islami

Comments are closed
Comments are currently closed on this entry.